"Indahmu tak seindah pikirmu, cerahmu tak secerah matamu. Tapi kau tahu kau salah, mengapa kau membisu?"

Senin, 09 Agustus 2010

Terinspirasi dari Sebuah Puisi

Tersentuh ketika mata ini menguak larik demi larik dari sebuah puisi. Ada semangat yang mencuat keluar ketika membaca kisah hero di dalamnya. Kata-kata halus dan sederhana mengajak kita masuk ke kisah fantasi menginpirasi. Ini bukan kisah untuk anak-anak, tapi ini kisah untuk siapa saja yang rela membaca dan paham apa yang terkandung di dalamnya. Bukan cerita peri atau cerita hero, melainkan cerita tentang kehidupan, pengembaraan, dan akhirnya pulang. Kita semua akan kembali. Ya, kita semua harus kembali.
Puisi itu berjudul "A Hero Comes Home".. by Tere Liye...

A hero Comes Home

banyak cerita kuno yg dilantunkan dalam nyanyian2 peri..
banyak kisah2 tua yg dituliskan dalam daun2 lontar..
seorang pahlawan hebat memimpin beratus ribu pasukan.....
mendatangi tempat2 yg tdk pernah diketahui..
menaklukkan wilayah luas tdk terbilang, naga2, monster2..
tetapi pahlawan sejati.. selalu pulang ke rumah..

melesat dr balik kabut misterius..
digoda putri duyung cantik jelita..
dihadang tembok batu tak terlihat ujungnya..
atau penyihir2 kejam yg membinasakan semuanya..
tetapi pahlawan sejati.. selalu pulang ke rumah..

sejauh apapun pergi, dia selalu tahu jalan pulangnya..
ditempat apapun dia tersesat, dia selalu tahu persis dimana dia akan kembali..
walau harus merangkak.. meski harus berdarah2..
melewati kegelapan.. mengarungi lautan kematian..
pahlawan sejati.. selalu pulang ke rumah..

always.. a hero comes home..


Puisi ini biasa, tapi bermakna. Tergantung bagaimana cara kita mengikat maknanya. Ada semburat cahaya harapan yang dibawanya. Tere liye mungkin terinspirasi dari kisah-kisah fantasi peri dan kepahlawanan. Itu tidak lepas dari dunia fantasi yang dimiliki anak-anak. Saya semakin yakin, fantasi anak-anak adalah kisah yang dalam tentang kehidupan. Kita yang dewasa ini sering lupa. Ketika fantasi itu terlupakan, kita pun lengah dan tak memperhatikan nilai-nilai yang kita pegang. Tere Liye mengajak kita kembali. Kembali dalam artian banyak hal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar