"Indahmu tak seindah pikirmu, cerahmu tak secerah matamu. Tapi kau tahu kau salah, mengapa kau membisu?"

Rabu, 26 Mei 2010

Istana Mahasiswa

Tak terasa langkah menapak semakin berat.
Jalanan semakin kasar.
Tapi kita belumlah mencapai gerbang itu.
Gerbang yang menandakan akhir sebuah perjuangan

Sang mentari tetap saja tak lelah menemani derap kaki kita
mengunjungi jejak demi jejak
dan Bulan pun selalu turun sebagai penghibur hati,
pelipur lara dari panasnya surya.

Dengan mendengar irama alam, mengilas balik,
mencari penghidupan lama untuk dijadikan lentera.
kulik halaman dan halaman penuh goresan.
Lembar-lembar yang ringan tapi padat.
Goresan rapi satu lembaran yang telah menguning.
Penuh coretan tapi menyirat isian bermakna
Ada kisah menarik dari plot hidup ini.
Itulah kisah yang kita jalani di istana mahasiswa

Akhirnya kita pun tau
Dalam istana ini
Musik alam dan irama kehidupan berpadu menjadi sonata
Senandung lincah nan ringan berpola menjadi suatu warna akan kayanya pengharapan
tawa menjadi lukisan
senyum menjadi penerang
itulah yang kita tinggalkan di sana

Buka lembar baru
Dengan tinta terbaik dari kita
Henyak Selimut kebodohan masa lalu dan ketakutan masa depan
Berlari dan terus bernyanyi dengan melodi penghidupan
dengan lantunan dari sang dedaunan,
berikan sesuatu yang berarti untuk hidup ini
untuk perjuangan kita



(Sulung Siti Hanum)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar