"Indahmu tak seindah pikirmu, cerahmu tak secerah matamu. Tapi kau tahu kau salah, mengapa kau membisu?"

Selasa, 17 Desember 2013

Ngobrol #Ancala : Langkah Mula Penunggu Puncak Ancara yang Seru dan Menggemaskan


Penunggu Puncak Ancala memang sangat super. Super penulisnya, super bukunya, super editornya, super penerbitnya, super kisahnya, super pula pembacanya. Setelah terbit awal Oktober 2013, akhirnya kami Pancala alias 5 Penulis Ancala (Indra, Acen, Dea, Ageng, dan aku) berkesempatan ngobrol asyik bersama para pembaca dan khalayak umum. TM Bookstore Depok Town Square, 1 Desember 2013 menjadi saksi langkah pertama kami melahirkan jejak Penunggu Puncak Ancala ini. Ya, Penunggu Puncak Ancala telah rilis secara resmi. Dan kami berlima ada di sana siang itu, berbincang dengan pembaca. Penerbit Bukune dengan ciamik menyiapkan spanduk lebar yang digantung di langit-langit TM Bookstore Detos. Beberapa bangku telah berjajar di tengah-tengah diapit oleh rak buku.



Wah, kami sangat antusias sekali hari itu. Antusias pertama karena kami berlima semakin kompak dan semakin sering bertemu lalu tertawa-tawa. Antusias kedua adalah karena kami akan eksis bersama untuk kali pertama. Antusias ketiga adalah penasaran ingin melihat seberapa antusias orang menyambut terbitnya buku kami. Antusias berikutnya tentu saja menunggu makan enak dan puas yang dijanjikan oleh Om Em, si penanggung jawab Ngobrol #Ancala usai acara. Yes!

Ngobrol #Ancala berlangsung selama 2 jam, dari pukul 14.00 hingga pukul 16.00. Lalu.... di luar dugaan ternyata bangku yang tersedia cukup penuh. Dan banyak pula yang memilih berdiri atau mengintip dari balik beberapa rak. Yang pasti, acara Ngobrol #Ancala sukses menarik perhatian pengunjung TM Bookstore Detos siang itu.












30 menit pertama kami masih malu-malu berkenalan dengan pembaca dan menjawab pertanyaan moderator yang notabene adalah editor Penunggu Puncak Ancala, Ry Azzura. Pertanyaannya seputar pengalaman menulis dan pengalaman mendaki gunung plus pengalaman horror. Lalu, obrolan semakin mengalir dan sepertinya cukup membuat penonton antusias. Partisipannya tidak cuma remaja, tetapi ibu-ibu dan bapak-bapak juga yang kebetulan pencinta gunung.

Kami sangat senang melihat atensi pengunjung TM Bookstore yang lumayan ramai sore itu. Interaksi kami tidak cuma sepihak dan tidak cuma sebatas tanya-jawab. Ada sesi curhat, sharing pengalaman, atau malah sekadar memberi selamat. Selain itu, yang bikin orang-orang antusias adalah adanya reward untuk penanya atau penanggap. Ya, sedikit oleh-oleh dari Bukune dan kami berlima. Khususnya Dea yang bagi-bagi souvenir sisa perjalanannya melalang buana ke berbagai negara. Kado dari Dea laris manis.

Seru juga ternyata talkshow seperti ini. Format acaranya dibuat santai. Penulis dan pembaca pun menjadi dekat. Apalagi topik-topik mengenai kisah horror, perjalanan, penjelajahan, khususnya gunung sungguh tema yang menarik. Sepertinya waktu 2 jam tidak cukup untuk ngobrol banyak. Obrolan dari kepenulisan, penerbitan, hingga pengalaman mendaki gunung dan menjelajah alam benar-benar menjadi trending topic hari itu.




Usai berbincang-bincang, yang meski belum semuanya puas, tapi karena waktu membatasi, kami harus lanjut ke sesi book-signing. Pengunjung sampai petugas TM Bookstore ikut bergantian dalamm book-signing ini. Sesekali kami juga sempat diculik untuk foto bareng pembaca. Yang pasti seru dan menyenangkan. Ini baru Ngobrol #Ancala yang pertama, menandakan launching Penunggu Puncak Ancala. Akan ada Ngobrol #Ancala berikutnya di tempat dan kota yang berbeda. Tak sabar bertemu pembaca, karena tanpa mereka kami tak berarti apa-apa.



Selamat membaca, ya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar